Menulis adalah abadi: tips dan penjelasan singkat

Orang bole pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)
Banyak yang bilang bahwa menulis itu susah, Melelahkan, bikin tangan bengkak, dan ada juga yang bilang menulis itu seperti anak sekolahan saja, tidak mengasikan. Tapi itu bagi mereka yang tidak tahu bahwa tanpa orang-orang yang gemar menulis, dunia hanya berupa ruang hampa yang tak berbinar.

Menulis adalah perihal mengabadikan pemikiran yang dunia harus tau. Ada pepatah yang bilang, bahwa menulislah agar dikenal dunia, dan membacalah agar mengenal dunia.

Ada banyak manfaat yang bisa kita temukan disela-sela menulis. Banyak pelajaran yang bisa kita pelajari disamping kita belajar menulis. Setiap orang bisa menyelami profesi penulis tanpa memiliki gen penulis sekalipun. 

Apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang penulis pemula? Berikut penyelasannya:

1. Perbanyak membaca.


Jika kita berkeinginan menjadi seorang penulis, perbanyak membaca dan jangan pilih-pilih bacaan. Ingat, setiap tulisan yang kita baca adalah ilmu yang memperkaya khazana kita. Membaca juga merupakan upaya memperkaya kosa kata yang memudahkan proses penulisan sesuatu.

Baca Juga: Prosa Sang Waktu 

2. Latih kemampuan menulis sejak dini.

Kualitas tulisan seorang penulis bisa kita ukur dari seberapa hebat ukiran dan rangkaian kalimat-kalimat yang tercipta, seberapa logis maksud dari tulisan, seberapa indah tulisan, dan yang terpenting seberapa besar manfaat dan pesan yang dituang sekaligus dalam tulisan. Semua tercipta atas dasar kebiasaan menulis yang terus diasah, sehingga lewat tulisan penulis, banyak ilustrasi yang tersampaikan ke pembaca.

3. Jadikan menulis sebagai wadah mengekspresikan diri.

Banyak penulis yang lahir dan tumbuh hanya karena ingin mengekspresikan diri. Dendam bisa saja menjadi luka jika kita taruh ditempat yang salah. Rasa kecewa hanya akan menjadi lebam tanpa warna jika hanya dipendam. Menjadi seorang penulis adalah menyelamatkan diri. Coba banyangkan jika dendam dan rasa kecewa hanya kita tampung dan pendam dalam hati dan pikiran? Pasti akan terasa berat, jauh berbeda jika kita menulisnya. Belajar menjadi seorang penulis bisa dimulai dari hal-hal demikian. Tuangkan kisah yang menurut kita layak untuk dikubur dalam karya, seperti buku. Tentunya dengan memerhatikan langkah-langkah penulisan yang baik agar layak dikonsumsi oleh pembaca.

4. Tulis apa saja yang terfikirkan.


Kedengarannya akan terasa aneh jika harus menuliskan setiap apa yang terfikirkan. Bisa-bisa jika saat menulis kemudian ada hal-hal lain yang terlintas dalam benak dan itu menjijikan, apakah harus juga dituliskan? Tidak!. Menulis setiap yang terfikirkan maksudnya adalah upaya menulis secara jujur apapun yang terfikirkan dan sesuai dengan topik apa yang akan kita tulis. Bukan berarti semuanya harus kita tuang.

5. Jangan putus asa.

Teruslah menulis, jangan putus asa. Jangan pernah merasa minder dengan tulisan kita yang kurang sempurnya. Intinya jika ingin jadi seorang penulis, maka teruslah menulis apapun itu. Kita tidak pernah tahu bahwa ternyata ada orang yang terhibur, termotivasi, bahkan menangis ketika membaca tulisan kita. Tetap percaya bahwa semua butuh proses. Penulis sukses telah melewati ribuan kecewa sebab hambarnya karya yang tercipta lewat tangan mereka.

Baca Juga: Cerpen Langkah yang Terputus

Demikian tips yang dapat penulis bagikan dan semoga bisa menjadi acuan awal dalam melangkah sebagai seorang penulis.

Fanli Untukmu pemahamanmu, untukku pemahamanku.

0 Response to "Menulis adalah abadi: tips dan penjelasan singkat"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel