Solusi Mengatasi Artikel Tidak Terindex Google 2022

Solusi Mengatasi Artikel Tidak Terindex Google 2022 – Sekitar satu bulan terakhir, banyak sekali situs web/blog yang mengalami deindex pada artikel yang sebelumnya sudah terindex dan mereka yang mengalami kesulitan index artikel yang baru dibuat.

Solusi Mengatasi Artikel Blog Susah Terindex 2022

Studi Kasus Deindex Google

Pada artikel ini kita akan kupas tuntas bagaimana deindex google bisa terjadi pada sebuah situs. Sebelum kita lanjut mari kita lihat dokumentasi Google soal penyebab deindex secara rinkas melalui link di bahwah ini. Namun sebelum berpindah halaman, anda perlu membaca artikel ini sampai selesai karena saya akan membagikan bagaimana seharusnya situs tidak dideindex, atau bagaimana mengatasi susah index google.
https://support.google.com/webmasters/answer/7474347?hl=id
(Salin link ke tab baru)
Pada kasus ini saya akan mencontohkan sebuah situs milik client saya yang mengalami masalah pada pengindexan. Dia menghubungi saya untuk konsultasi terkait dengan permasalahannya yaitu pada satu domain dia mengalami deindex artikel yang awalnya data index google ada sekitaran 700an index, pada beberapa waktu kemarin yang tersisa hanya homepage saja atau domain utama saya yang terindex.
Sehingga permasalahan deindex berdampak pada akun Google Adsense yang dibatasi penayangan iklan. Karena secara tiba-tiba trafik menurun dengan sangat drastis. Ini tidak bisa anda biarkan jika terjadi pada situs web anda. Segera atasi deindex google dengan membaca artikel ini!

Penyebab Artikel Tidak Terindex Google

Baiklah pada bagian ini saya akan membahas masalah yang umum terjadi pada sebuah artikel situs web yang tidak terindex ataupun susah untuk mendapat index google. 
Penyebab Deindex & Solusi Mengatasi Artikel Tidak Terindex Google
Secara umum, proses pengindexan adalah sebuah tahap menampilkan data pada situs. Jika tujuan anda untuk mendapatkan pengindexan yaitu agar artikel situs web anda bisa muncul dipencarian google, maka anda perlu memahami langkah fundamentalnya terlebih dahulu.
Tidak terindexnya sebuah artikel situs ataupun deindex artikel di penelusuran google seringkali terjadi karena beberapa indikator di bawah ini:
1.Domain Baru
Jika anda memiliki sebuah situs dengan domain yang tergolong baru, anda membutuhkan waktu sampai akhirnya google web crawler mengenali situs anda. Artinya keberadaan sebuah domain di database index diukur juga dari usia sebuah domain. Namun pada poin ini anda mungkin akan menemukan sebuah domain yang mungkin saja baru berumur 7 hari namun sudah memiliki index google. Hal tersebut bisa jadi dilakukan dengan proses submit/ping sebuah domain ke web crawl, web crawler melakukan crawling ke situs kita dan melakukan pengindexan.
2. Konten Spam
Pengklasifikasian dalam tahapan crawling untuk dikirim ke index google juga mempertimbangkan kebergunaan sebuah konten. Jika situs ataupun artikel anda dinilai sebagai spam, maka besar kemungkinan situs atau artikel anda tidak akan dikirimkan ke index google.
3. Struktur Situs
Pada poin ini anda mungkin bertanya apa yang dimaksud dengan struktur situs. Struktur situs merupakan keseluruhan rangkaian situs baik itu peta situs berekstensi HTML, XML, maupun Schema markup, dan lain-lain yang terdapat pada situs anda dan dinilai memiliki value yang buruk. Sehingga google tidak dapat melakukan pengindexan
4. Konten Tidak Pantas
Konten tidak pantas seringkali digunakan sebagai upaya google memblokir aktifitas pengindexan. Hal ini disebabkan oleh konten/artikel anda yang dinilai tidak cocok dengan sebagian besar pengunjung.
5. Penggunaan Robot txt
Google memberikan kontrol penuh terhadap publisher dengan mengizinkan publisher melakukan modifikasi perintah pengindexan yaitu menggunakan robot.txt. Anda perlu menggunakannya jika anda paham bagaimana robot.txt bekerja. Jika tidak, anda akan mengalami kesalahan dan berakibat pada artikel yang tidak diindex, diblokir oleh robot.txt.
6. Tidak Mendaftar ke Google Search Console
Google Search Console (GSC) merupakan layanan google untuk menggelola sebuah properti situs dalam google penelusuran. Anda dapat melakukan submit Peta Situs berekstensi XML, melakukan Inspeksi URL untuk dikirimkan ke robot crawling, melihat data cakupan index, mengelola performa situs di mesin pencari dan masih banyak lagi.
7. All In One Learning by Doing
Sebenarnya msih banyak indikator yang menjadi penyebab utama kenapa sebuah situs web ataupu artikel tidak terindex di google. Namun anda perlu untuk melakukan sebuah eksperimen jika beberapa kasus di atas tidak terjadi di situs anda.

Langkah-Langkah Pengindexan Google

Jika anda membuka dokumentasi Pusat Google Penelusuran, anda akan melihat hal-hal apasaja yang menjadi fundamental dalam proses pengimplementasiannya. Anda akan menumukan sekiranya 5 (lima) poin utama tentang Dasar-dasar Penelusuran pada Google. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Dasar-dasar SEO
  • Crawling dan pengindexan
  • Tampilan penelusuran
  • Pemantauan dan proses debug, dan
  • Panduan khusus situs
Namun pada artikel ini kita akan membahas terkait poin ke 2 (dua) yaitu Crawling dan pengindexan.

Apa itu Crawling & Pengindexan?

Secara sederhana, Crawling adalah suatu proses dimana Software Google yang bernama Web Crawler melakukan pengambilan data situs baik itu teks, gambar, maupun video pada situs dan melakukan download untuk menganalisanya.
Proses Crawling tidak berhenti di situ, namun setelah google mendapatkan data situs dan selesai melakukan analisa terkait kesesuain konten dan kepatuhan konten terhadap pedoman komunitas ataupun kebijakan google, kemudian data situs tadi dikirimkan ke Index Google. Pada tahap ini merupakan tahapan pengindexan. Dimana seluruh konten di sebuah situs akan ditampung ke database besar google yaitu index google.
Jadi setiap URL, artikel, file ataupun gambar/video yang terdapat di pengindexan google, itu merupakan data yang sudah dikumpulkan oleh web crawler pada proses crawling. Sehingga google penelusuran bisa disebut sebagai tempat menampung database situs google.

Lalu bagaimana kita melakukan permintaan Index pada situs?

Pada tahap ini anda dapat melakukan pendaftaran pada sebuah layanan Google Search Console dan menambahkan properi situs. Anda dapat melihat panduan cara mendaftar ke GSC pada video berikut ini.

Pada video itu saya jelaskan bagaimana cara mendaftar ke google serach console untuk proses pengindexan artikel.

Cara Mempertahankan Index Google

Bagian ini berisi tentang bagaimana anda melakukan kontrol dan menjaga agar artikel yang sudah terindex tidak akan mengalami deindex. 
1. Update Kesesuain Konten

Mungkin terdengar aneh namun bagian ini merupakan cara paling ampuh untuk bertahan pada guncangan search engine google. Seperti kasus Oktober 2022 dimana banyak sekali teman-teman blogger yang mengalami deindex.
Konten yang sudah terindex ratusan bahkan hingga puluhan ribu artikel mengalami deindex. Beberapa dari situs itu ada yang hanya tersisa 1 URL di index google dan beberapa situs diantaranya hanya tersisa konten yang relevan dan memiliki kesesuain dengan pengunjung atau pengguna google. Oleh karena itu anda perlu untuk selalu memperbarui tampilan situs atau konten anda sehingga terlihat sebagai konten yang diperbarui.
Untuk menlakukan pengecekan apakah situs artikel anda terindex, silahkan mengetikan perintah pada kolom pencarian seperti contoh berikut. Artikel ini saya buat dan setelah dipublish, kurang dari 1 menit langsung terindex.
Cara cepat index google
site:fanlimandalika.com atau site:https://fanlimandalika.com (untuk melihat data keseluruhan index URL dibawah domain anda)
site:https://fanlimandalika.com/2022/11/solusi-mengatasi-artikel-tidak-terindex-google.html
(untuk melihat apakah artikel atau halaman pada URL terindex)

intitle:Solusi Mengatasi Artikel Tidak Terindex Google 2022 – Fanli Mandalika (untuk melihat index berdasarkan judul, anda bisa menambahkan separator nama situs di akhir judul sebagai alternatif)

 Yang anda lakukan adalah melakukan kontrol terhadap artikel agar terhindar dari deindex google. 

2. Menghindari Duplikat Konten

Duplikat konten merupakan istilah yang dipakai google untuk mengatasi index pada artikel yang memiliki kemiripan sebagai tindakan duplikat. Google menilai konten yang sama dan menentukan mana yang akan dijadikan sebagai versi kanonis (sebagai URL yang akan diprioritaskan). Namun jika anda tidak mengatasi duplikat konten pada situs anda, maka google akan melakukan deindex pada artikel karena dinilai tidak ada yang dipilih sebagai versi kanonis.

3. Menghindari Auto Generate Content (AGC)

Agc adalah tindakan pembangunan sebuah situs web menggunakan bantuan tools atau robot dalam hitungan singkat. Proses ini memanfaatkan data situs ataupun konten dari situs lain untuk digenerate menjadi konten Agc. 

Sejujurnya hal ini merupakan tindakan yang kurang disukai oleh google, namun banyak pengguna atau praktisi Agc yang menerapkannya. Banyak yang mendapatkan keuntungan dari aktifitas Agc ini. Namun tidak sedikit juga yang mengalami kerugian. Sehingga saya menyarankan untuk terus membuat konten dan menulis artikel berkualitas serta mendalami cara kerja SEO.

4. Menghapus URL rusak

Anda mungkin berfikir bahwa ini terdengan aneh, namun pada dasarnya google melihat sebuah situs secara komprehensif ataupun secara keseluruhan. Sehingga salah satu penyebab deindex google setelah saya pelajari dan praktikan yaitu terdapat banyak link/URL rusak pada situs.

Url rusah bisa berupa Url yang sudah tidak memiliki konten pada situs kita. Sehingga kalau diklik maka pengunjung akan diarahkan ke halaman error 404. Anda harus menghindari ini dengan menlakukan perbaikan pada setiap Url rusak di situs anda.

Url rusak juga dikategorikan sebagai konten atau link menyesatkan. Jika anda memilki banyak index sebelumnya namun masih banyak juga url rusak, maka segera lakukan direct atau pengalihan halaman ke halaman lain.

5. Disavow Link

Pada tahap ini adalah cara yang sering saya lakukan untuk menjaga agar konten kita tidak terguras oleh algoritma deindex. Disavow link adalah sebuah teknik melakukan penolakan link yang mengarah ke situs kita. Sebagai conloh anda memiliki situs bernama A dan situs B, C, merupakan situs milik orang lain. Di situs B dan C terdapat link dofollow yang kalau diklik maka pengunjung dari situs B dan C akan terdirect ke situs anda. 

Kenapa harus disavow url / backlink? 

Anda mungkin akan menemukan sebuah Url dari situs lain yang mengarah ke situs anda. Jika situs tersebut memiliki nilai yang baik di mata google, maka anda tidak perlu melakukan disavow. Namun jika situs yang mengarahkan link ke situs anda adalah situs scam, pornografi, judi dll, maka anda perlu untuk mendisavow atau menolak Url situs mengarak ke situs anda.

Lihat cara melakukan disavow: Cara Menurunkan Spam Skor Domain

Penutup

Kesimpulan: Google memiliki kendali utama atas peran pengindexan sebuah situs, sehingga yang perlu kita lakukan adalah mematuhi aturan dan kebijakan google. Selebihnya anda dapat melakukan riset dan pencocokan terhadap apa yang menjadi artikel fanlimandalika.com kali ini tentang Solusi Mengatasi Artikel Tidak Terindex Google atau Cara Index google dengan yang anda temukan di lapangan nanti.

Demikian artikel kali ini semoga anda bisa memahami dan sedikit mereview kepada anda terkait masalah dan solusi pada pengindexan google. Sekian dan terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top